Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
(Q.S : luqman 14).
Saudara ku yang dirahmati ALLAH SWT, betapa indahnya hidup ini jika kita selalu menghitung dosa yang telah kita perbuat, betapa banyak dosa kita yang tak kita ketahui, kekhilafan yang kita lakukan baik itu sengaja maupun tidak kita sengaja, dosa yang kita lakukan kepada orang tua kita, ketika kita di suruh nya untuk pergi belajar dan menuntut ilmu tapi kita membelot malah kita melakukan sesuatu yang tidak berguna, betapa besarnya kesabaran ibu kita ketika kita disuruh mengaji kita malah mengucapkan kata kotor kepada orang tua kita, tetapi dia tidak putus asa untuk menyuruh kita untuk mengaji serta belajar ilmu agama walau kit ate;ah memakinya, berkata ah, ntar, sungguh menyakitkan hati ketika ibu kita mendengar kata- kata itu.
Dan apabilaa kita menengok kebelakang banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita orang- orang yang durhaka kepada ibunya, sungguh azab ALLAH akan datang ketika ada anak yang memaki serta setelah kaya lupa akan asal usul dia dari mana, seperti malin kundang contohnya (semoga ALLAH memberi mapun kepada nya). Sungguh tragis perjalanan malinkundang ketika ia di sumpah oleh ibunya ALLAH langsung melaknatnya. “Tega nian engkau wahai malin, engkau telah melupakan ibumu yang telah bersusah payah membesarkan mu dan menjadikan kamu orang besar ( kaya, pandai, dikenal orang)”, dari cerita di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa kita harus menjaga keharmonisan dengan orang tua kita.
Sesuai dengan judul yang penulis angkat, bahwa orang tua ( ibu ) akan selalu sigap bangun bahkan tidak tidur ketika anaknya tidak tidur, dia rela menahan kantuk pada malamnya dan menahan panas saat matahari menyengat tubuhnya yang sudah agak keriput, suatu ketika adik saya sakit, sakit nya tidak tanggun- tanggung stif, atau bahasa yang lebih dikenal dengan demam kejang, kita ketahui bahwa apabila kejangnya datang dan tidak di tangani dengan cepat maka akan membawa kematian bagi pengidapnya. Ketika kejang adikku sedang kambuh tepat jam 02.00 wib, tak sadar ibu saya langsung berteriak memanggil bapak saya yang lelap dalam tidurnya. Syukur kejang nya dapat ditangani walau dengan lama sekali dan adikku itu sudah mengeluarkan buih banyak sekali, aku terdiam, seraya berkata dalam hati “ ibu ku memang pahlawan no 1,”, setelah kejang nya tertangani aku dengan bapakku pergi ke kamar lagi, ku lihat dari kejauhan ibuku masih mengusap dan terus mengeluarkan air mata kasih sayang sampai menetes di wajah adikku.
Mengutip cerita dari sebuah buku “la- tahzan karangan DR. `Aidh al-Qarni hal 488“ dinyatakan bahwa ketenangan hati seorang hati ibu jika anaknya bisa menginjakkan kaki di surga dan menetap disana bersama bidadari cantik utusan ALLAH “ begini kira- kira ceritanya “ seorang teman yang pernah belajar di Nigeria – seorang yang penuh amanah – mengabarkan kepada saya bahwa ibunya selalu membangunkan nya pada sepertiga malam.katanya “ wahai ibu, saya ingin ketenangan sebentar.” Jawab ibunya, “saya tidak membangunkan mu kecuali agar engkau bisa tenang. Wahai anakku, jika engkau telah masuk surga, maka tenanglah (engkau disana)”.sungguh kisah yang mengesankan dan bisa kita ambil ibrah nya.
Ibu, ketika engkau menjalankan tugas mulia (hamil), engkau rela menanggung dan membawa ku kemana pun aku mau, dan berusaha mencarikan ku makanan yang terbaik demi janin mu yang akan menjadikan lawan dan menjadi penambah dosamu, karena prilaku buruk anakmu, engkau rela menanggung sakit hipertensi, diabetes, varises, mual, muntah ketika aku sedang berlayar di lautan rahim yang begitu indah, rahim yang ALLAH ciptakan untukku supaya aku bisa bertahan hidup sampai beberapa minggu lamanya.
Ibu, begitu mulianya engkau ketika anak mu menjerit meminta sesuatu engkau rela dan bersegera memberi ku sesuatu itu walau himpitan ekonomi yang kian menjadi singa di dunia ini, engkau bersegera meminta, meminjam uang dan menahan malu seakan akan hari ini hanya milik anankmu, engkau berusaha dengan menahan tangisan yang ada di dada- mu, nafas yang kian pendek, umur yang semakin menipis, serta mata yang kian kabur tapi engkau bersahaja meniti bersama anak mu dan engkau tidak mau anakmu menderita seperti yang engkau derita saat ini, kemiskinan yang melanda tak memupuskan harapan mu untuk bekerja demi sesuap nasi yang akan engkau suapkan pada ku, engkau rela tidak bisa menikmati dunia ini seperti orang- orang disekelilingmu demi aku, demi anakmu yang jauh diperantauan dan jauh beribu- ribu kilometer jauhnya, tapi engkau selalu setia menghampiri anak- anakmu.
Ibu, engkau rela menahan suapan nasimu dan menangis ketika teringat akan anakmu di perantauan, engkau selalu bertanya apakah anak ku sudah makan memakan yang layak untuk di makan, engkau rela berlapar demi anak mu, terasa hati ini bertanya “ apakah aku bisa menyuapkan mu nanti ketika engkau sakit atau sedang sehat nanti? “ tapi engkau tidak peduli dengan itu, engkau rela tidak pergi ke sawah terlebih dahulu sebelum memberi dan menyuapkan anak mu nasi.
Ibu, tetesan air mata mu menjadi penyubur tanaman yang akan engkau tanam, senantiasa menyiram tanaman yang belum pasti membahagiakan hidupmu ketika engkau telah menikmati hari- hari tua mu di pengasingan, hatimu bagai pulau yang setiap hari diterjang ombak dan badai tapi engkau selalu sigap tanpa dipengaruhi waktu yang selalu berputar dan matahari yang akan memudar ketika malam tiba.
Saudaraku yang dirahmati ALLAH di akhir tulisan ini izinkanlah penulis untuk mengucapkan selamat hari ibu, tanpa mu ibu aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang berlipat ganda seperti sekarang ini. marilah kita senantiasa membahagiakan ibu kita seperti dia berkorban demi anaknya yang tak tahu dan hina ini. Teladan- teladan itu bak bintang- bintang, bahkan lebih tinggi laksana fajar saat mau menjelang, ibu yang telah berusaha bersifat lembut kepada kita tapi kita membalasnya dengan bentakan- bentakan marilah kita mengubahnya dengan kelembutan bahkan lebih lanbut dari kain sutra yang sangat mahal harganya, dan sangat berat terasa ketika kita di wisuda tidak ada ibu yang mendampingi kita meraih sebuah penghargaan sebagai mahasiswa terbaik, sungguh menyentakkan hati bukan, dengan mengharap ridha ALLAH marilah kita sama- sama bahu membahu, memberi kan sesuatu kepada ibu, sesuatu itu ialah prestasi yang indah bahkan lebih indah dari permata yang selalu berkilau ketika terkena sinaran cahaya, SELAMAT HARI IBU, senyummu pengukira prestasi ku!!!
Rabu, 06 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
alexa
harga my blog
My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar